Jakarta, CNBC Indonesia – Sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden 2024 di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Rabu (3/4/2024), menghadirkan ahli dan saksi dari Komisi Pemilihan Umum dan Badan Pengawas Pemilu.

Ketua Tim Pembela Prabowo-Gibran Yusril Ihza Mahendra menilai ahli dan saksi yang diajukan KPU dan Bawaslu mengklarifikasi anggapan, dugaan, hingga tuduhan pasangan capres dan cawapres nomor urut 01 dan 03 terkait Sistem Rekapitulasi Suara Pemilu (Sirekap).

“Kemarin ada ahli yang dihadirkan oleh pemohon yang mengatakan bahwa Sirekap ini alat penipuan, saksi bisu kejahatan pemilu dan lain-lain. Hari ini diklarifikasi oleh saksi yang dihadirkan KPU,” ujar Yusril dalam keterangan pers.

Menurut dia, Sirekap bukan alat yang dipakai untuk menjadi dasar KPU memutuskan perolehan suara akhir pilpres kali ini. Sebab, KPU tetap menggunakan penghitungan manual secara berjenjang.

“Itulah yang jadi dasar keputusan KPU dalam menentukan perolehan suara masing-masing paslon,” kata Yusril.

Wakil Ketua Tim Pembela Prabowo-Gibran Otto Hasibuan mengatakan, ada narasi yang sengaja diungkapkan oleh pemohon yang mengatakan Sirekap bukanlah alat bantu tapi alat bantu kecurangan.

“Oleh karena itu, agar tidak menjadi narasi-narasi yang termakan oleh masyarakat, tadi saya tanyakan para saksi ahli dan fakta, pengembang Sirekap sendiri menyatakan bahwa ternyata kalau kita tahu juga Sirekap itu memang betul-betul alat bantu,” ujar Otto.

Menurut dia, Sirekap tidak bisa memengaruhi hasil penghitungan suara dan tidak bisa mengubah hasil penghitungan suara akhir. Dan seandainya terjadi kesalahan apapun pada Sirekap, maka yang dipakai sebagai perhitungan akhir adalah perhitungan secara berjenjang oleh KPU secara manual.

“Jadi jelas tidak ada kemungkinannya Sirekap ini menjadi alat kecurangan,” kata Otto.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Anies & Ganjar Minta MK Diskualifikasi Gibran, Yusril Komentar Begini


(miq/miq)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *