Jakarta, CNBC Indonesia – ASDP menghapus pemberlakuan tiket kedaluwarsa bagi kendaraan penumpang golongan II dan IVA. Kebijakan ini berlaku 24 jam dan khusus pada periode arus balik Lebaran 2024, mulai tanggal 11 sampai 21 April 2024.  

Direktur Utama ASDP Ira Puspadewi mengatakan, hal itu dilakukan sebagai bagian dari mitigasi antisipasi kepadatan arus balik dan demi kenyamanan pemudik. 

“Sudah tidak ada lagi tiket hangus selama momen arus balik selama pengguna jasa tiba di pelabuhan dalam 24 jam dari waktu check in yang tertera di tiket. Karena itu, kami minta agar masyarakat yang akan melakukan perjalanan kembali, pastikan sudah memiliki tiket maksimal H-1 sebelum keberangkatan,” katanya, Selasa (16/4/2024).

Juga telah dilakukan penambahan perjalanan, dari 131 menjadi 146 perjalanan. Serta, pengoperasian kapal dari Pelabuhan Panjang ke Pelabuhan Ciwandan dengan daya angkut 1.445 unit kendaraan kecil.

Berdasarkan data terbaru dari Posko Bakauheni, secara akumulatif realisasi produksi penumpang yang telah kembali ke Pulau Jawa dari Sumatera mulai tanggal 11 April 2024 hingga 14 April 2024 (HH s/d H+3) adalah sebanyak 387.204 orang atau 46% bila dibandingkan jumlah penumpang yang berangkat dari Pulau Jawa pada arus mudik (H-7 s/d H) sebanyak 835.718 orang.

Diikuti kendaraan roda dua yang telah kembali ke Jawa sebanyak 41.963 unit atau mencapai 54% dibandingkan jumlah kendaraan roda dua yang pada berangkat dari Pulau Jawa pada periode mudik sebanyak 77.573 unit kendaraan. Sedangkan kendaraan roda empat yang telah kembali ke Jawa sebanyak 47.318 unit atau mencapai 47% dibandingkan jumlah roda empat yang berangkat dari Pulau Jawa pada arus mudik sebanyak 100.087 unit kendaraan.

Sehingga total seluruh kendaraan secara akumulatif yang telah kembali dari Sumatera ke Pulau Jawa sebanyak 93.025 unit atau mencapai 47% dibandingkan jumlah kendaraan yang berangkat dari Pulau Jawa saat arus mudik sebanyak 196.287 unit kendaraan.

Tak hanya itu, untuk mengantisipasi penumpukan kendaraan, Kakorlantas Polri Aan Suhanan mengungkapkan, akan diterapkan delaying system. Kemacetan sepanjang 19 km pada saat arus mudik di Pelabuhan Merak lalu menjadi pelajaran agar penumpukan kendaraan tidak kembali terjadi.

“Delaying system akan diterapkan jika sudah crowded. Hingga saat ini berdasarkan pantauan di lapangan belum diterapkan karena masih terpantau lancar. Sehingga kami mengimbau kepada para pemudik untuk tidak lengah dan tetap menjaga stamina, memastikan keselamatan dalam mudik lebaran,” kata Aan.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Pengusaha Hotel-Vila di Bali Happy, Okupansi Full-Tarif Fantastis


(dce)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *