Jakarta, CNBC Indonesia – Partai yang berkuasa di Maladewa (Maldives), Kongres Nasional Rakyat (PNC), dilaporkan memenangkan dua pertiga mayoritas dalam pemilihan parlemen pada hari Minggu. Hasil ini kemungkinan akan mendorong negara kepulauan di Samudra Hindia itu lebih jauh ke arah China dan menjauh dari sekutu lamanya, India.

PNC, dipimpin Presiden Mohamed Muizzu yang terpilih tahun lalu, diperkirakan memenangkan setidaknya 62 dari 93 kursi parlemen. Di sisi lain, oposisi utama Partai Demokrat Maladewa (MDP) diperkirakan hanya akan meraih 15 kursi.

“PNC berhasil merebut kursi-kursi penting di bekas kubu MDP termasuk di ibu kota Male, Kota Addu dan Kota Kulhudhuffushi di utara,” lapor media lokal Maladewa dikutip Reuters, Senin (22/4/2024).

Sementara itu, Partai Demokrat yang didirikan oleh mantan presiden Mohamed Nasheed di 2023, juga kehilangan semua kursi. Nasib sama juga didapatkan partai baru mantan presiden Abdulla Yameen yang tak mendapat banyak suara.

Kemenangan ini sendiri disebut-sebut akan membawa angin segar bagi China. Kerenggangan hubungan India dan Maladewa sejak awal 2024 membuat Presiden Muizzu berjanji untuk mengakhiri kebijakan “India First” di negaranya, yang bisa direalisasikan dengan kemenangan partainya.

Perlu diketahui perseteruan India dan Maladewa berawal dari postingan PM India Narendra Modi saat mengunjungi Lakshadweep, kawasan kepulauan di India yang merupakan satu dari delapan persekutuan India di Laut Arab. Unggahan tersebut dikomentari oleh tiga Wakil Menteri Maladewa, Maryam Shiuna, Malsha Shareef, dan Abdulla Mahzoom Majid.

Awalnya, Wamen Kementerian Pemberdayaan Pemuda, Penerangan dan Seni Abdulla Mahzoom Majid mengomentari postingan PM Modi di X dengan menyebut bahwa India bakal menghadapi tantangan besar jika bersaing dengan Maladewa dalam wisata pantai. Cuitan itu juga menyebut-nyebut bahwa India kotor dan bau.

Sebenarnya postingan tersebut sudah dihapus. Tetapi, warganet India sudah terlanjur merekam dan menyebarluaskan cuitan itu.

Wamen Maldives lainnya menambah panas dengan menyebut Modi sebagai badut, teroris, dan boneka Israel di platform media sosial X. Ini membuat India marah dan  membalas dengan beramai-ramai membatalkan liburan ke Maldives dan memboikotnya.




A woman casts her vote at a polling station in Male, India, Sunday, April 21, 2024. Maldivians are voting in parliamentary elections, in a ballot crucial for President Mohamed Muizzu, whose policies are keenly watched by India and China as they vie for influence in the archipelago nation. (AP Photo/Mohamed Sharuhaan)Foto: AP/Mohamed Sharuhaan

Masalah tidak berhenti di situ. Muizzu kemudian mengusir tentara India dari teritori negara tersebut pada 15 Januari. India diketahui mengerahkan 80 tentaranya di pulau-pulau kecil Maldives untuk mendukung kelengkapan militer di negara itu, guna membantu kegiatan kemanusiaan di sana.

“Dalam pertemuan ini, atas nama Presiden Muizzu, delegasi Maladewa mengajukan penghapusan para tentara India per 15 Maret,” ujar Direktur Kebijakan Kantor Presiden Maldives, Ahmed Nazim, dikutip dari Reuters.

Maladewa sendiri kini memilih untuk semakin mempererat hubungan mesra mereka dengan China. Sang Presiden juga sempat mengunjungi Beijing awal tahun, sekaligus menyepakati kerja sama kemitraan strategis yang komprehensif antar kedua negara.

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya


Jokowi Buka Suara Soal Transaksi Janggal Pemilu Triliunan


(sef/sef)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *